-------

Senin, 24 Oktober 2011

Robot Ramaikan Expo UNSYIAH



Banda Aceh| Politeknik Aceh berpartisipasi dalam Seminar Nasional dan Expo Teknik Elektro 2011 yang dilaksanakan di gedung AAC Dayan Dawoed Universitas Syiah Kuala Darussalam Senin (24/10). Dalam pameran tersebut stand Politeknik Aceh menampilkan beberapa jenis robot di antaranya Robot Sapien, Robot Lego, Robot Robotino dan Robot Soccer (I-Bhan). “Robot I-Bhan ini pernah mengikuti lomba Kompetisi Robot Indonesia di Batam dan mendapat prediket robot spirit terbaik” Ujar Fajar Purnama Satria selaku ketua stand dalam expo tersebut.

Selain menampilkan Robot, mereka juga memperlihatkan mesin pemberi pakan ternak otomatis, sistem proses manufaktur produksi roti, pengendali peralatan listrik jarak jauh dengan menggunakan sms, mesin pengebor PCB, dan mesin penjual minuman. Kesemuanya merupakan hasil kreasi dan tugas akhir dari para mahasiswa Politeknik. “Kami berharap support dari masyarakat bahwa meskipun Politeknik masih tergolong baru tapi telah menghasilkan karya-karya yang hebat” Tambah Fajar.

Politeknik Aceh  didirikan pada tahun  2008 atas prakarsa pemerintah Kota Banda Aceh berkerja sama dengan Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi, USAID, CHF Internasional dan CHEVRON Corporation. Hingga kini sudah mengikuti berbagai kompetensi baik regional maupun nasional dan baru saja meluluskan tamatan pertama.
 (Putra Pelipur Lara)

Sabtu, 22 Oktober 2011

Lagi, Truk Terjungkir Di Seulawah

Sebuah truk fuso dengan nomor plat BK 9810 CJ terjungkir di kawasan Lamtamot, Seulawah sabtu (22/10) sekitar pukul 15.00. Kendati posisi truk telah terjungkir ke sisi kanan dan hampir jatuh ke jurang, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. “Hanya korban material saja, tidak ada korban jiwa yang jatuh” Ungkap Dedi Rachman, anggota Polantas Aceh Besar yang ditemui di tempat kejadian.

Truk tersebut berjalan dengan kecepatan sekitar 30 km/jam dari Medan menuju Banda Aceh dengan mengangkut ratusan kardus sunlight dan minuman buavita. Diduga kuat saat melaju sopir kurang teliti melihat tikungan. “Sopir kurang kontrol dan tidak menghafal medan. Ia tiba-tiba terkejut ada tikungan akhirnya truk pun tergelincir”. Ujar seorang saksi mata.

Hingga pukul 16.15 posisi truk masih seperti semula dan polisi telah mengantongi SIM beserta STNK truk atas nama Teuku Mirza guna untuk diproses lebih lanjut. (Putra Pelipur Lara)

Jumat, 21 Oktober 2011

Protest !


I like money!
Money is beautiful!
Can you see it my honey, Ainsyah?
Unfortunately!
No money no honey
Saving money to buy gold,
Saving gold to buy girl(s)
Her parents sell her with high price
My friends,
Tight competition is there
Who could sell with higher price, manyam
The competition is real
Among families, among clans, among villages
Oh… can you see it my Lord?
Youth are dying…
Now the air is too sharp to breathe!
Gold has looked like Ghosts
It’s voice is very frightening!
Parents in this place are forcing us to like money
for gold is the key
that’s much better than face and faith
Oh God, this culture is choking our lives!
Oh.. Prophet Moehammad,
Had you been still alive,
I would have heard that sentence again,
That,
The best girl is she who offers the cheapest and simplest mahar!


Tunas Muda Bertangkai Tiga

Rahmat Maulida duduk serius meski terlihat sedikit santai. Berkali-kali ia memicingkan mata memperhatikan kain batik cokelat di depannya, sehati-hati mungkin ia mulai menggerak-gerakkan kedua kakinya secara serentak lalu roda mungil pada mesin jahit itu berputar dan membuat jarum kecil itu bergerak-gerak secara beraturan dari atas kebawah dan begitu seterusnya sehingga benang-benang pun terekatkan pada potongan kain antara yang satu dengan yang lainnya. Sudah beberapa baju yang telah dijahitnya selama Ibu Loeziana yang merupakan ibu dari seorang teman kuliah meminjamkan mesin jahit itu kepadanya.
Jam telah menunjukkan pukul 14.30 saat Rakyat Aceh menjumpai Rahmat di tempat kediamannya di Kawasan Rawa Sakti, Jeulingke. Ia tinggal di sebuah rumah shelter berdinding kayu dengan ukuran kira-kira 4x5 meter. Di depan rumahnya terdapat semacam  rawa-rawa kecil. Karena jalan buntu, rumah ini terlihat seperti terkucilkan dari rumah-rumah lain di kawasan tersebut. Di tempat inilah

Kamis, 20 Oktober 2011

Kelak


Kelak itu nanti. Nanti adalah waktu dan ruang yang akan anda, saya, mereka atau kita lewati. Karena nanti itu masih ada karena manusia masih hidup, maka kapankah dan di manakah ujung nanti? Nanti berujung di suatu masa di mana kita hanya mampu berkata, membicarakan atau berteriak-teriak tentang hari ini. Tidak ada lagi nanti karena hari ini jauh lebih penting karena kondisi yang begitu membahayakan menuntut kita untuk melupakan nanti dan lebih focus pada hari ini. Tidak ada lagi harapan dan waktu telah cukup

Selasa, 18 Oktober 2011

Pagi

Pagi adalah gadis. Gadis cantik yang sedang tersenyum tulus dan manja. Maka berkatalah seorang pujangga dari timur, "Satu senyuman manis dari gadis cantik akan membuat kau menjadi pria paling bahagia di dunia". Orang-orang dulu pada lazimnya menjadikan bunga sebagai esensi yang cukup representatif dari seorang wanita cantik. Syair dan lagu-lagu kerap menggunakan bunga dalam hal penggambaran wanita. "wajahmu begitu elok hai bunga lili... cerah dengan cahaya dan embun yang menyelimutimu".

Namun pada kenyataannya pagi juga sama seperti gadis. Gadis elok yang menyejukkan. Bermula dari benang halus di ufuk timur pertanda permulaan hari, maka fajar pun datang ibarat seorang bayi. Di pagi hari, bayi ini tumbuh menjadi seorang gadis dan ketika siang berubah menjadi seorang ibu dan saat sore hari tiba, ia menjadi seorang nenek tua. 

Maka pagi adalah gadis cantik yang sering tidak kita hiraukan.

Senin, 17 Oktober 2011

Animal Simbolicum

Suatu ketika Dale Carnegie menulis dalam sebuah bukunya sesuatu yang membuat saya cukup terkesan. Bapak yang dikenal sebagai pakar psikologi sosial ini membuat sebuah permisalan yang sangat sesuai dengan kenyataan. Ada seorang bapak, tulis Carngie, ia memelihara beberapa domba. Setiap hari ia merawat dan memperhatikan kesehatan hewan-hewan ini. Tujuannya bukan untuk disembelih supaya dimakan dagingnya, tidak pula untuk dijual. Domba-domba ini dipelihara untuk diperlombakan. Singkat cerita, domba-domba ini kemudian diterjunkan dalam perlombaan. Berkat usaha dan kerja keras, akhirnya mereka berhasil membawa pulang tropi kemenangan. Si Bapak sangat senang dan gembira. Ia mengambil tropi tersebut dan menaruhnya di ruang tamu agar setiap orang datang bisa dapat melihat buah dari kerja kerasnya itu. Nah, apa yang terjadi dengan  domba?

Minggu, 16 Oktober 2011

Entah Apa


Lihat dia, berjalan pelan sambil berinjit sesekali. Kemudian seperti orang kerasukan gerakannya menjadi cepat dan tak beraturan. Berputar-putar seperti elang yang terkilir sayapnya. Sesekali ia merangkak berjalan namun yang pasti ia tetap berusaha berjalan dan menjauhi diri dari diam. Dia adalah penulis sampah yang sesekali membungkukkan badan mengutip sampah yang ada di tanah dan sesekali pula ia melengkungkan idenya untuk mengutip kata-kata yang kemudian ia susun secara berantakan dalam tulisan. Sering tak ada makna karena sampah. Kendati demikian mengumpulkan sampah adalah tindakan yang mulia ketimbang membiarkannya berserakan di mana-mana. Dalam kehidupan sehari-hari, selain sampah banyak juga mutiara-mutiara dan berlian abstrak yang berserakan di mana-mana. Karena hanya bisa melihat dengan mata, maka berlian dan mutiara-mutiara itu tidak menampakkan dirinya dan terbiarkanlah ia berserakan di mana-mana. Adapula yang dapat melihat namun hanya untuk konsumsi pribadinya saja dikarenakan ia tidak dapat menulis, menggambar, atau menghasilkan karya yang berupa hasil dari imajinasi dan kreatifitasnya.